Selain Dermawan, Kurniawan Tann Juga Segudang Kegiatan Bakti Sosialnya

  • Whatsapp

Jakarta/12/04 2021- Media Team

NAMA aslinya Kurniawan Tanudjaja atau biasa disapa Kurniawan Tan saja. Sedangkan konco-konconya biasa memanggil Kur atau Pak Kur bagi yang lebih muda. Sosok pria dermawan setengah baya ini seorang yang gigih dan ulet dalam berbagai bidang usaha, sehingga dia bisa dibilang sukses pada kehidupannya. “Apalah artinya sukses, jika kita tidak berbagi kepada sesama,” ujar Kurniawan suatu saat kepada penulis.

Tidak sukses dalam usaha saja, tetapi Kurniawan yang kini bermukim di Perumahan Modernland Kota Tangerang, sukses juga memimpin organisasi. Umur boleh banyak, tetapi jiwa muda tetap bersemayam di dada. Oleh karenanya, organisasi atau perkumpulan yang dipimpinnya bisa dikategorikan memberi semangat bagi orang-orang yang berjiwa muda.

Lihat saja, olah raga kick boxing, Kurniawan didapuk menjadi Ketua Umum Kick Boxing Indonesia (KBI) Provinsi Banten yang membawahi beberapa cabang KBI kota dan kabupaten di wilayah itu. Tugasnya cukup berat, karena dia harus mempersiapkan atlet-atlet kick boxing di Banten mengikuti PON XX di Papua Oktober 2021 mendatang.

Selain itu, Kurniawan juga menjadi Ketua Umum Tangerang Goldwing Riders (Tagor) Club yakni komunitas kegiatan touring bagi orang-orang yang hobi atau memiliki motor gede (moge). “Sambil touring, kita juga melakukan kegitan bakti sosial. Biasanya membagikan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Kurniawan juga tergabung dalam komunitas Riders Cinta Tuhan (RCT), komunitas moge ini khusus melakukan kegiatan ridersnya menyangkut keagamaan. Semua agama dan kepercayaan ada di sini. “Kita selalu melakukan kegiatan sosial umumnya di hari-hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, Imlek dan lain-lain,” ujarnya.

Tidak itu saja, dia juga ikut gabung dalam perkumpulan Lintas Agama yang selalu memberi bantuan-bantuan kepada sarana ibadah seperti pembagunan mesjid, gereja, kelenteng, pura dan lainnya. Bantuan sosial juga diberikan pada umatnya yang membutuhkan.

Sejak muda, pengusaha muda ini adalah pecinta anjing, terutama anjing herder asal Jerman. Kecintaannya terhadap binatang yang setia dan penurut pada tuannya itu, dia mendirikan kannel khusus untuk puluhan herdernya di Cisarua Bogor. Tempat yang luas itu, sering dijadikan destinasi wisata dan ajang pertemuan bagi penyayang herder yang tergabung dalam German Sheperd Lovers Indonesia (GSLI) dimana Kurniawan sebagai ketua umumnya. Tidak itu saja, dia juga menjadi ketua umum Indonesia German Sheperd Club (IGSC) Banten.

Dari semua organisasi yang digeluti dan dipimpinnya, Kurniawan tidak pernah lupa selalu membuat kebajikan untuk sesama. Dia yang mengomandokan agar para pengurus dan para relasi ikut menjadi donatur dalam kegiatan sosial. “Yang paling menyentuh, ketika pandemi covid 19 melanda negeri kita,” kata Kurniawan.

Atas hal itu, ide sosialnya muncul untuk membantu meringankan beban masyarakat yang berdampak covid 19. Berton-ton beras dan ribuan paket sembako disalurkan kepada masyarakat. Kegiatan sosialnya itu biasanya dilakukan dengan menggandeng institusi-institusi pemerintah seperti TNI dan Polri.

Bakti sosial itu dilakukan saat moment-moment tertentu, seperti dalam HUT Kostrad, Kopassus dan kesatuan lainnya di institusi TNI. Juga pada acara kegiatan Pangdam di Kodam Jaya, Kurniawan ikut bergabung. Bersama Tagor Club acara bakti sosial tersebut dilakukan dengan menyalurkan paket paket sembako kepada masyarakat yang berhak. Juga dilingkungan Polri, bakti sosial kerap di lakukan di Polres-polres, seperti dalam moment Hari Bhayangkara.

Pada saat pemerintah kesulitan menyediakan baju alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan dan medis saat awal-awal pandemi, Kurniawan bersama pengurus organisasi lainnya menjadi garda terdepan guna menyediakan APD itu. Dia kemudian menggandeng PWI Pusat melakukan kegiatan menyumbang ribuan APD ke rumah-rumah sakit di Jakarta, Banten, Lampung dan wilayah lainnya. Bantuan APD tersebut benar benar tepat sasaran, karena banyak rumah sakit yang membutuhkan saat itu.

Itulah sosok Kurniawan Tan yang cinta kepada tanah airnya. Dia tidak senang melihat adanya orang-orang yang mencoba memecah belah bangsa. “Indonesia harga mati,” teriaknya dengan mengepal tangan kanan.

Dia juga selalu bersyukur kepada Tuhan atas semua anugrah yang diberikan kepada diri dan keluarga, makanya dia selalu berbagi yang diwujudkan pada kegiatan bakti sosial Lintas Agama dan organisasi atau perkumpulan yang dipimpinnya.

Penulis: Isa Gautama
Editor : Gemantara Raya Group

0Shares

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *