Polisi di Labura Tangkap 7 Pelaku Pelempar batu Sopir Truk hingga Buta,

  • Whatsapp

labuhan batu Utara, wartategas.com – Tujuh orang diduga pelaku penganiayaan dan pelemparan sopir truk tangki hingga mengakibatkan matanya buta sempat ditahan Kepolisian Sektor NA IX – X. Namun sayangnya, mereka dilepas sehingga membuat korban mengecam kinerja aparat.

Faisal Ramadhan, sopir truk tangki, yang menjadi korban penganiayaan dan pelemparan sekelompok pemuda di Jalinsum, pinang lombang, Kecamatan NA IX – X, Labuhanbatu Utara, Sumut, merasa kecewa dengan kinerja aparat Kepolisian yang bisa melepas ketujuh pelaku. Padahal mereka sudah sempat ditahan.

Faisal sendiri mengalami cacat seumur hidup, dengan kondisi mata sebelah kanan menjadi buta, akibat banyak mengalami pendarahan.

Ia berharap kasusnya ini menjadi perhatian khusus bagi petinggi Polri.

“Saya minta semua pelaku segera diamankan, ” cetus Faisal ramadhan sambil menangis saat dikonfirmasi, Selasa siang (11/1)

Rasa kecewa juga terucap oleh Juriaman Raja guguk, saksi , yang merupakan sopir serap tangki.

Ia menceritakan, saat itu ia mengendarai truk tangki muatan minyak CPO Nomor Polisi BK 8283 BK bersama dengan korban, tujuan Cikampak – Medan. Namun saat di daerah pinang lombang, tiba-tiba mereka dihadang oleh sekelompok massa, dengan mengenderai sepeda motor, tanpa mengetahui penyebab pastinya pada Minggu (30/12/2021).

diduga pelaku pelemparan batu, terhadap supir truk

Spontan saya langsung memberhentikan truk yang saya kendarai. Korban yang bermaksud ingin bertanya alasan kepada para pelaku mengapa truknya dihadang. langsung dilempar batu oleh pelaku, seketika korban menjerit karena matanya terkena lemparan batu dan serpihan kaca truk yang turut pecah, ” tuturnya.

Belum puas, sekelompok massa juga melakukan penganiayaan terhadap korban, hingga korban saat itu langsung dilarikan ke rumah sakit di kota Rantau Parapat

Menurut Juriaman Rajaguk, ia melihat jelas bahwa pelaku sudah diamankan di Polsek Na IX – X saat itu. Bahkan saya mendengar etujuh yang diamankan polisi, sudah mengakui semua perbuatannya.

Bahkan dari tujuh yang diamankan dua diantaranya merupakan penghadang truk di tengah jalan menggunakan sepeda motor.

“Saya lihat jelas karena jarak saya dengan pelaku saat itu hanya berkisar satu meter, ” tuturnya.

Ia kecewa mengapa polisi bisa melepaskan para pelaku, padahal pelaku utama saat kejadian sudah diamankan.
Terpisah Kapolsek Na IX – X AKP Selvi Triansih saat di konfirmasi wartawan mengarahkan wartawan ke Kanit Reskrim nya Iptu Gunawan SH.MH ” ke kanit aja ya pak” balasnya.

Kini korban dan keluarga berharap agar pihak kepolisian segera menangkap semua para pelaku. Dan semoga kasus ini bisa menjadi perhatian petinggi Polri yang saat ini lagi galak-galaknya Presisi. (Muhamad Dahlan red)

0Shares

Pos terkait